Rajin Update Status Biar Jadi Duit

Menjual maksudnya tidak sama dengan Dilan (dikit-dikit jualan).

Rajin Update Status Biar Jadi Duit

Kalau kita Jualan di Sosial Media seperti di Facebook, Instagram ataupun WhatsApp kerjaannya hanya Jualan saja, nanti friends kita lama-kelamaan jenuh. Ya wajar saja kalau yang nge-like dikit.

Sekarang ayo kita ubah pola pikir kita. Kalau menurut para Suhu mah kita perlu sharing-sharing dahulu, selling-selling kemudian. Artinya apa? Ya banyakin sharingnya, Bukan sellingnya. Hal ini bertujuan supaya kita bisa membangun Personal Branding, bisa membangun audience, dan friends kita akan selalu menantikan setiap update dari kita.

Karena pada dasarnya, Facebook adalah sosial media, media untuk berinteraksi, bukan jualan melulu.

Gunakan rumus 3:1:1 untuk komposisi update status Anda dalam sehari.

3x sharing-sharing status edukatif, mau panjang mau pendek, dan yang bisa memancing interaksi

1x jualan dengan cara soft selling. Artinya Anda sedang promosi tetapi seakan-akan tidak promosi. Tekniknya kita bahas lebih dalam di Covert Selling (yang Insya.Alloh akan kita bahas di Postingan Selanjutnya)

1x bolehlah Anda langsung jualan atau promosi menawarkan produk (hard selling), dengan diberi gambar / poster penawaran promonya.

Sekarang, kita bahas jenis-jenis status yang bisa Anda gunakan untuk kegiatan Facebook Marketing yuk.

1) Status Edukasi
Kita sharing-sharing saja artikel yang berhubungan dengan produk kita.

Usahakan yang kita sharing juga menangkap isu kekinian dalam masyarakat.

Contoh: Kita jualan produk herbal. Kita bisa membahas tentang label halal suatu obat. Karena sekarang lagi ramai isu ada obat Vio**** DS yang ditarik BPOM karena mengandung DNA babi.

Nahhh Kita bisa kembangkan hal ini dalam status edukatif kita. Ditambah bumbu bahwa apa yang kita bahas sedang ramai diperbincangkan, maka status kita bisa menjadi viral.

2) Status Pendek-Pendek yang Mengundang Interaksi
Sekarang di Facebook ada fitur membuat status pendek dengan background kan?

Nahhh manfaatkan fitur ini karena memang powerful untuk memancing interaksi.

Status pendek ini bisa kita tulis dengan hiburan, fakta unik, atau quote kita sendiri. Tentunya masih sejalan dengan bisnis yang kita jalankan ya.

3) Quote Inspirasi
Status berupa quote-quote yang inspiratif juga bisa memancing interaksi banyak orang. Saya juga sering mengambil kuote-kuote yang inspiratif tentang bisnis dan motivasi.

4) Kisah Nyata Inspiratif
Siapa yang tidak suka kisah-kisah nyata yang inspiratif coba? Konten seperti inilah yang paling banyak memberi potensi viral.

5) Storytelling Pengalaman Menggunakan Produk
Emak-emak yang jago jualan di Facebook, selalu suka bikin storytelling menceritakan pengalamannya sendiri atau orang lain ketika menggunakan produk yang dijualnya.

Tentu saja, storytelling jenis ini sukses membuat orang lain kepo dan ingin membeli.

Contoh storytelling:
Saya gak nyangka, ternyata anak bayi saya jadi perhatian tersendiri pada acara ultah temennya. Mungkin gara-gara pakai Dress Cinderella ini ya.
Padahal harganya murah, gak semahal baju-baju di Factory Outlet Baby. Tapi yang penting kan kainnya aman buat baby dan modelnya unyu.
[Lalu pajang foto baby-nya dengan Dress Cinderella tersebut]

Kalau kita punya baby dan membaca postingan ini, lalu melihat foto si baby cinderella yang beneran unyu, apa yang akan kita pikirkan?

Yup, penasaran, kepo, langsung deh tanya, "beli dimana Mak? Harganya berapa Mak?"

6) Soft selling
Sesuai artinya, soft selling itu maksudnya adalah promosi tetapi dengan halus.

Cari paling mudah dan powerful adalah: bagian pertama isinya sharing dahulu, lalu bagian berikutnya memperkenalkan produk.

7) Hard Selling
Hard selling adalah kebalikan dari soft selling. Kalau hard selling ya langsung saja informasikan produk yang Anda jual. Tetapi tetap harus dalam tulisan yang rapi ya.

Kebiasaan buruk seller-seller diluar sana kalau jualan isinya hard selling melulu.

Udah hard selling, bahasanya menggelegar, lalu tulisannya banyak simbol-simbol warna-warni. Malah bikin mata merah yang membaca.

Gunakan hard selling jika ada promosi tertentu saja.

8) Selalu sertakan gambar atau foto
Ya, ini wajib hukumnya. Selalu sertakan gambar atau foto yang mendukung status kita.

Misal kita bikin soft selling, ya sertakan juga foto produk yang kita jual, di foto tersebut juga beri keterangan apakah diskon, apakah potongan harga, apakah promosi terbatas, dan sebagainya.

Begitu pula jika kita membuat status-status atau quote milik kita sendiri. Beri watermark atau penanda di gambar tersebut. Penandanya bisa berupa nama kita atau website kita.

Itulah jenis-jenis status yang bisa kita bangun untuk membangun interaksi dan membangun personal branding.

_Karena sesungguhnya jika hanya sekedar upload-upload saja, itu bukan jualan namanya_

Semoga Bermanfaat.

Source: t.me/tipselling

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Rajin Update Status Biar Jadi Duit"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel